Story of My Life
Pretend
02 November 2015 . 0 purple(s) .

Pretend.
Memang lumrah manusia,pretend pretend ni macam trend.

“Takpelah,aku okay je.”
Pretend okay.

“Eh hahahhahahahahahahahaha lawak gila kau.”
Pretend happy.

“InshaAllah,kita doa yang baik baik. Moga moga Allah permudahkan semua urusan.”
Pretend sangka baik dengan tuhan.

“Engko apehal? Aku dah tak suka tu tak payah nak paksa.”
Pretend benci.

“Em. Yeke? Ouh okay lah. Ikutlah macam macam mana pun. Aku okay je.”
Pretend setuju.

“Entah. Aku pun tak faham diri aku sendiri. Haih.”
Pretend keliru.


But deeply inside,
Kita tak okay.
Kita tak happy.
Kita sering ingat tuhan nak campak kita dekat hutan dalam.
Kita suka malu malu.
Kita protes dalam diam.
Kita lagi kenal siapa diri kita.
Tapi kenapa kita masih pilih untuk pretend?
Sebab kadang kadang,
Hati kita sendiri pun kita tak boleh nak berapa percaya sebenarnya.
Kita sendiri tak pasti apa yang kita rasa.
Atau mungkin kita pasti.
And we chose to pretend,
Because no one ever care.
No one ever care what you feel.
What you have gone through.
What makes you hurt.
What makes you so fragile.
No one ever care.
And ‘Pretend’ just the best way to keep it (your feelings/suffers/regrets) safely inside.
Because no one gotta know.
And me.
Even they know,they just DONT CARE.

So aku rasa orang yang tak pretend ni lagi sengsara dari orang yang pretend.
First ; he show his depressness but no one care.
Second ; he depressed because (read the first)
Am i right, Jiji? Kekeke. No offense ya.
Foot note: Anyway aku rasa photoshop apps yang baru ni coolio sangat. Korang tak rasa ke?


Thanks for reading :)




Older Post . Newer Post